Do It Properly!
July 2, 2008 at 7:08 pm | In Daily Stuff | Leave a CommentTags: APFT, cadet, garuda, garuda indonesia, pilot
Kota Bharu – Malaysia,
Rabu, jadwal terbang awalnya cuma ada lima orang. WY, BS, JL, DG, dan Mr. Tango Tango (AG). Berhubung WY lagi not feeling well, digantiin sama Mr. November Charlie 2 (RM). Tapi tiba-tiba ada perubahan jadwal, MD, RE, Mr. November Charlie 1 (PT) jadi nongol callsign nya di schedule board. BS flight nya di cancel karena instrukturnya not feeling well. Mr. November Charlie 2 terbang sama kaptennya, dengan materi Straight and Level 1. JL, terbang dengan Capt Wan, dengan materi yang sama. DG dengan instruktur Capt. Rizal dan Mr. TT dengan instruktur Capt. Harun, juga terbang dengan materi yang sama. Untuk RE dan Mr. November Charlie 1 terbang dengan kaptennya dengan materi Straight and Level 2. MD dengan materi yang sama, terbang dengan Capt. Harun.
Penerbangan hari ini semuanya delay, antara satu jam hingga dua jam. Semua penerbangan berjalan lancar, penuh dengan ilmu dan pengalaman yang bermanfaat. Di sini juga kita dilatih untuk bertanggung jawab terhadap apa yang akan dan telah dilakukan, terutama untuk diri sendiri dulu. Kapten dari sebuah Airlines yang udah berpengalaman, pernah berbagi pengalamannya, beliau bilang kalau terbang itu jangan memaksakan ego. nafsu ditahan dulu. ikuti prosedur, dan jangan lari dari tanggung jawab. semuanya harus dipikirkan baik dan buruknya, dengan matang. Dari Airmanship aja, kalau mau belok harus ngecek apakah di kanan, depan, atau kiri kita ada traffic. Harus bener-bener diterapkan, jangan cuma dijadikan kebiasaan yang cuma keluar dari mulut doang. Left clear, front clear, right clear, all around clear! eh tapi ternyata di sebelah kanan ada traffic. Mungkin nganggepnya kurang penting, atau cuma sebagai formalitas. Biasanya, pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang, kecenderungan orang akan menganggap remeh dengan apa yang telah dan akan dilakukan.
Ah, jangan ngomong Airmanship dulu, Roadmanship aja deh. Kalo mau nyebrang jalan, apa langsung nyelonong aja? Roadmanship nya kemana? Harusnya, liat traffic di kanan dan di kiri, baru boleh nyebrang jalan. Jangan lengah, walaupun kita mulai menyebrang di jalur yang mana kendaraan datang dari arah kanan, jangan serta merta hanya melihat ke arah kanan, liat juga arah sebaliknya. Kadang-kadang motor suka jalan di tepi jalan dari arah berlawanan juga loh. Oke, Roadmanship. Kalo hal ini gak diterapkan, bisa dibayangkan kemungkinan yang akan terjadi pas waktu mau nyebrang jalan?
Gimana dengan Airmanship? Bisa dipikir sendiri deh kemungkinan yang akan terjadi kalo enggak diterapkan. Udah ah, jangan ngomongin bahasan yang berat-berat dulu deh. Keliatannya sok ngajarin ya! Ok, no problem. Nevermind, don’t worry about our two last paragraph, ignore it if You don’t want. Simple!
Tanggung jawab terhadap diri sendiri, tentang apa yang telah dan akan kita lakuin. Sudahkah kita berpikir, tentang apa yang telah kita perbuat? Sudahkah kita koreksi diri? Sudahkah kita introspeksi? Sudahkah kita menyadari? Oke, jawab aja udah! Trus udah, segitu aja? Selesaikah dengan cuma menjawab ‘Sudah’? Belum! Biar diri ini maju, biar diri ini jadi lebih baik, biar enggak jatuh ke lubang yang sama, kita harus belajar dari pengalaman. Jadi, apa yang akan kita lakuin di masa mendatang, udah kita pikirin sebelumnya dan mengambil pelajaran dari pengalaman.
Belum punya pengalaman? Belum bisa mikir? Belum bisa mengambil arti dari sebuah pelajaran? Atau belum mau ngungkapin? Itulah kenapa kata ‘Berbagi’ diciptakan. Untuk itulah kata ‘Keluarga’ ditorehkan. Dan untuk itulah… Kita semua, ada di sini….
No Comments Yet »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
